PURUN DITANGAN MASYARAKAT DESA JAMBU BARU
Di hari pertama, setelah dilakukan kegiatan sambutan dari Bapak Hasliannor selaku Kepala Desa Jambu Baru Kami dari Divisi Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat (PSDM) melakukan persiapan agenda diskusi masyarakat dengan cara keliling desa untuk meminta izin serta mengundang para pengrajin purun untuk berhadir pada agenda kami yaitu Soialisasi pengrajin purun yang kami selenggarakan di Kantor desa Jambu Baru. Bukan hanya itu, kami juga mewawancarai beberapa pengrajin purun yang kami temui untuk mengambil dokumentasi dan sekaligus belajar langsung tentang pembuatan tikar purun. Kegiatan keliling desa ini juga bertujuan untuk pendekatan kami kepada masyarakat desa terkhusus para pengrajin purun dan bertujuan untuk memahami keadaan dan membangun kepercayaan masyarakat di Desa Jambu Baru.
Kegiatan pada hari pertama juga kami gunakan untuk mengundang ketua RT 01-05 desa Jambu Baru sekaligus meminta izin untuk melakukan kegiatan seperti mengajak masyarakat untuk hadir pada agenda kami.
Purun merupakan tanaman yang banyak dijumpai disekitar lingkungan Desa Jambu Baru. Hal ini menarik perhatian kami untuk mencari informasi mengenai pengelolaan hasil kerajinan tangan “tikar purun”. Satu persatu pertanyaan muncul dipikiran kami salah satunya mengenai pengelolaan dan keluh kesah para pengrajin, pertanyaan seperti “kemana mereka menjual hasil anyaman?”, “apakah kendala yang selama ini mereka rasakan?”, “bagaimana cara mereka mempertahankan budaya menganyam purun ke anak cucu?” dan banyak lagi pertanyaan lain yang alhamdulillah sudah terjawab.
Selasa 16 Juli, pagi setelah sarapan tepatnya jam 08.10 wita kami sudah mulai mempersiapkan keperluan untuk agenda lanjutan kami yaitu diskusi masyarakat. Pada agenda ini kami dibagi per RT untuk melakukan wawancara kepada masyarakat, karena RT 4 berada sedikit jauh dari RT 1, 2, 3, dan 5 beberapa anggota kami perlu didampingi korlap untuk kesana dan pada hari itu jam 15.15 wita baru terlaksana diskusi masyarakat di RT 4. beberapa anggota yang di RT 4 ikut membaur dengan masyarakat luas sebagai pemanfaatan waktu yang ada sebelum ke RT 4, setelah kami telusuri dan kami dapat simpulkan bahwa para pengrajin purun di desa Jambu Baru ini hanya mengelola kerajinan tikar dan kami dapati bahwa kurangnya pengelolaan serta kreatifitas yang ada menjadi salah satu hambatan para pengrajin. Hal ini menjadi inspirasi kami untuk penyampaian agenda Sosialisasi dihari berikutnya.
Adapun hasil diskusi dengan pengrajin purun yang ada di RT 4 kurang lebih sama dengan pengrajin yang lain yaitu kurangnya pengelolaan dan sedikit permintaan dari pengepul sehingga para pengrajin kadang hanya menyimpan hasil anyaman mereka dan menggunakannya untuk keseharian mereka dirumah.
Rabu 17 Juli, kami melaksanakan agenda Sosialisasi Purun yang menghadirkan Dhea Salsabila sebagai pemateri. Agenda ini mengajak masyarakat terkhusus para pengrajin purun di desa Jambu Baru untuk menambah wawasan tentang purun yang bisa diolah menjadi berbagai macam kerajinan tangan seperti tas dan topi,serta menjadi wadah sebagai keluh kesah para pengrajin purun. Acara dilaksanakan di balai desa dengan dihadiri oleh Pembakal, ketua RT dan perangkat desa.
Pada agenda ini kami selaku panitia memakai Almameter sebagai drescode, anggota PSDM sendiri sudah memiliki tugas masing-masing ada sebagian yang mengarahkan para tamu, sebagian lagi menyediakan konsum, ada yang bertugas menjadi mc serta menjadi pemateri dan ada juga yang menjemput beberapa warga yang ada di RT 4. Agenda Sosialisasi Purun ini sedikit terkendala oleh waktu karna ada beberapa warga yang sedikit terlambat karna memiliki kesibukan, akan tetapi agenda ini dapat terlaksana dengan lancar. Harapan kami semua pada agenda ini agar supaya setiap harapan yang disampaikan oleh para pengrajin dapat terwujud satu persatu Aamiin.
Kamis 18 Juli, sebagian dari kami kembali melakukan aktivitas seperti wawancara para pengrajin purun untuk mempelajari dan mendokumentasikan cara menganyam purun kegiatan ini kami laksanakan pada pagi sampai siang hari. Adapun pada sore hari kami berkumpul untuk menyiapkan kelengkapan agenda selanjutnya yaitu Malam Puncak yang akan dipaksanakan pada sabtu malam minggu sebagai wujud perpisahan dan ucapan terimakasih kami kepada masyarakat desa Jambu Baru.
Jumat 19 Juli, pagi persiapan Malam Puncak sebagian kami yang bertanggung jawab konsumsi pergi ke pasar untuk membeli bahan dan memesan kue. Pada hari ke lima ini kami benar-benar disibukkan dengan persiapan Malam Puncak dari kesiapan lokasi, panggung, tenda, kursi dll.
Sabtu 20 Juli, pagi setelah sarapan kami berfokus mengerjakan bagian-bagian yang telah diberikan sesuai dengan arahan. Perkap menyiapkan kesiapan panggung, sound system, tempat duduk dan lain-lain didampingi dengan koordinasi acara dan lapangan, komsum sudah mulai menyiapkan gorengan dan minuman untuk para panitia yang bekerja dilapangan. Persiapan ini juga dibantu oleh anggota pengabdian yang lain.
Kesiapan acara dekorasi dan penampil lancar, ada sedikit kesalahan dari bagian konsumsi acara yaitu keterlambatan dalam menyediakan konsum untuk para tamu dan penampil, juga ada beberapa anggota konsumsi yang tampak bingung dengan pembagian kerja yanb diberikan.
Acara Malam Puncak terlaksana dengan meriah berkat masyarakat yang begitu antusias terhadap acara serta kerja keras seluruh anggota panitia dan anggota pengabdian yang lain. Keberlangsungan acara Malam Puncak ini menjadi moment indah dan begitu haru karna pada moment ini kami para anggota Sosiologi Mengabdi mengucapkan perpisahan dan ucapan terimakasih kepada masyarakat desa Jambu Baru.
Dari kegiatan PSDM yang telah terlaksana di desa Jambu baru kami sangat ber terimakasih kepada seluruh masyarakat desa yang memberikan kami kesempatan untuk menambah wawasan dari segi pengenalan lingkungan dan juga kerajina purun. Semoga dari kegiatan kami dapat memberikan dampak kepada para pengrajin purun dan masyarakat luas Aamiin