MENJELAJAHI DINAMIKA DESA JAMBU BARU MELALUI LENSA MEDIA
Hai
readers, perkenalkan kami dari Divisi Media, salah satu divisi yang
berfokus pada dokumentasi serta berhubungan dengan pengeditan foto, video, dan
kami juga ada pengambilan footage selama kegiatan ini berjalan loh. Pada
bulan Juli, program ini kami laksanakan di Desa Jambu Baru, Barito Kuala.
Sosiologi Mengabdi sendiri adalah suatu kegiatan yang dimana berfokus pada
masyarakat desa, dan kami berkesempatan untuk melakukan pengabdian masyarakat
di desa ini.
Sebelum
memasuki pengalaman kami selama berada di desa jambu baru dalam sudut pandang
divisi media, kalian juga harus tau apa saja output yang dibawakan
divisi media pada tahun ini. Diantaranya kami ada membuat video dokumenter,
kegiatan ini untuk mempromosikan serta memperkenalkan melalui aspek kehidupan
sehari-hari masyarakat, budaya/bahasa, maupun keunikan yang ada di Desa Jambu
Baru dalam bentuk video dokumenter. Kemudian ada artikel yang dimana menjadi sebuah
sorotan media untuk menyebarkan informasi dan pencapaian dalam proses
pengabdian di Desa Jambu Baru. Yang ketiga ada instagram tentang Desa Jambu Baru,
output ini menjadi media dalam mendokumentasikan atau mempromosikan Desa
Jambu Baru melalui salah satu media sosial yaitu Instagram. Keempat, ada konten
Tiktok yang berisikan tentang Desa Jambu Baru, terjalankan melalui rekap video
kegiatan pengabdian per-hari menjadi media untuk menyebarkan informasi dan
mempromosikan tentang Desa Jambu Baru melalui media sosial lain yaitu Tiktok. Kami
juga ada pembuatan AfterMovie Pengabdian loh, dan aftermovie ini menjadi
dokumen visual yang merekam berbagai kegiatan yang dilakukan dari awal hingga
akhir selama pengabdian masyarakat di Desa Jambu Baru.
Di
hari pertama, kami sampai di Desa Jambu Baru dan kami menempuh perjalanan jauh
selama 3 jam. Setalah sampai di desa, kami langsung menuju rumah yang sudah
disediakan oleh para warga dan kami pun beristirahat sejenak, setelah istirahat
kami segera beranjak pergi mandi dan makan malam bersama-sama. Para divisi
media melakukan pembukaan kegiatan kami pada kantor desa yang dimana kami
menanyakan beberapa hal seperti sejarah, mata pencaharian, serta sedikit
diskusi kepada kepala desa jambu baru.
Pada hari kedua, kegiatan divisi media bermula mengikuti divisi PSDM yang dimana sedang melakukan wawancara ke kepala desa dan perangkat desa lain nya yang bertempat di kantor desa jambu baru sendiri, selain itu kami juga mewawancarai beberapa warga disana, kami semua selain mendokumentasikan kegiatan tersebut, kami juga mendengarkan dengan seksama agar apa yang disampaikan oleh masyarakat sana akan menjadi ilmu tambahan bagi kami semua. Tidak sampai disana saja, anggota media memutuskan untuk berpencar dan mewawancarai beberapa warga disana yang sedang membuat tikar dari bahan dasar purun, selain berguna untuk kebutuhan output, dari wawancara itu juga membuat kami menjadi menerima banyak informasi serta pengetahuan mengenai purun.
Berlanjut ke hari yang ketiga, beberapa dari anggota divisi media mengikuti kegiatan pada divisi lingkungan, mereka beramai-ramai melaksanakan kegiatan gotong royong yang dimana dibagi menjadi 2 waktu, sesi pertama dilakukan pada pagi hari pada rt 1,2, 3, dan 5 terlebih dahulu dikarenakan rt 4 memiliki perbedaan tempat dan jarak yang cukup jauh dari beberapa rt lainnya. Pada sore harinya, gotong royong berlanjut ke rt 4 dan kami berangkat bersama-sama dengan divisi lingkungan, selain mendokumentasikan para divisi lingkungan yang sedang bergotong royong, kami juga ikut membantu serta dalam kegiatan mereka agar lebih terasa kebersamaan nya dan kekompakan dalam bekerja, kegiatan yang begitu menguras tenaga namun kami merasa senang melihat kegiatan yang berjalan cukup lancar, kami disambut dengan baik oleh para warga selama melakukan gotong royong, bahkan ada warga yang sukarela membantu kami juga.
Pada
hari keempat, divisi media dalam pengabdian masyarakat di Desa Jambu Baru,
fokusnya lebih pada komunikasi dan wawancara dengan warga bagaimana cara-cara
pengelolaan purun serta penyebaran informasi terkait kegiatan pengabdian
tersebut. Divisi media aktif dalam dokumentasi di berbagai kegiatan pengabdian,
membuat konten, vidio dokumenter dan mengabadikan momen yang menarik untuk
media sosial. Salah satu nya membuat live report instagram yang aktif dilakukan
setiap berkegiatan dari beberapa divisi, seperti divisi pendidikan yang membuat
mading kreatif dan pojok baca, pada divisi lingkungan mengambil foto kegiatan
sosialisasi, divisi PSDM mengambil foto rapat malam puncak, dan pada divisi
Media wawancara dengan Warga Desa seperti, Saat pemotongan kayu yang di gunakan
untuk tungku pembakaran, Perahu sebagai alat transportasi di sungai dan Anyaman
dari rotan yang digunakan untuk membuang sisik ikan. Pembuatan video percakapan
sehari-hari menggunakan bahasa Bakumpai wawancara warga dan membuat film
dokumenter bahasa bakumpai anak-anak.
Di
hari kelima pada hari jumat pengabdian masyarakat, Divisi Media terlibat dalam
berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mendokumentasikan. Tim media bekerja
keras untuk mengambil foto dan video selama kegiatan berlangsung mulai dari
pagi hari yang membantu dokumentasi senam dan lomba bahasa bakumpai dari divisi
pendidikan, kemudian dilanjut gotong royong bersama warga dan divisi
lingkungan, kemudian pada siang hari tim media juga membantu proses gladi kotor
di divisi PSDM persiapan malam puncak. Kami juga melakukan dan melanjutkan
membuat film dokumenter dengan anak-anak menggunakan bahasa bekumpai dan
masyarakat setempat untuk mendapatkan sudut pandang yang beragam tentang
manfaat dari kegiatan ini. Melalui narasi yang kuat dan visual yang menarik,
Divisi Media berhasil menyampaikan cerita-cerita inspiratif tentang dampak
positif yang telah tercipta di komunitas tersebut.
Hari
keenam, kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Sosiologi, mereka
melanjutkan program dengan penuh semangat. Pagi harinya, tim media
mendokumentasi kegiatan. Pada divisi pendidikan mereka mengadakan edukasi cara
merawat tanaman kepada murid disana, kemudian ada divisi lingkungan yang
berkegiatan untuk pemasangan botol hias di SDN Jambu Baru 1.
Pada
siang harinya, para mahasiswa melakukan gotong royong mendirikan tenda bersama
warga membersihkan area sekitar masjid dan TK untuk persiapan malam puncak, dan
penyerahan plakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan
pentingnya kebersihan dan penghijauan. Di sore harinya, mereka melanjutkan
persiapan panggung untuk mengadakan malam puncak. Kemudian di malam hari semua
kegiatan berjalan dengan lancar. Warga ikut serta meramaikan dan bernyanyi
bersama.
Selama
kegiatan, hubungan antara mahasiswa dan warga semakin erat. Warga merasa senang
dan terbantu dengan adanya program ini. Hari keenam berjalan lancar dan penuh
manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Suatu pengalaman yang sangat
berharga karena sudah melakukan program kerja ini di desa jambu baru, hingga
kepulangan kami tiba, kami semua berpamitan dengan perasaan yang campur aduk,
semoga apa yang kami berikan kepada Desa Jambu baru menjadi suatu keberkahan
untuk masyarakat desa disana. Terimakasih semua!