LINGKUNGAN PADA DESA JAMBU BARU
Pengabdian masyarakat di Desa Jambu Baru dalam kegiatan
ini kami dari divisi lingkungan membawakan beberapa output yaitu, pemasangan
patok RT dan patok penanda desa, sosialisasi, gotong royong, dan pengolahan
botol bekas, seluruh kegiatan ini adalah sebuah pengalaman yang penuh makna dan
pembelajaran. Kami sebagai tim yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan
ini, melewati berbagai tahap dari persiapan, awal kedatangan, hingga akhir
pengabdian dengan dedikasi dan kerjasama yang solid.
Setibanya di Desa Jambu baru, kami disambut dengan hangat
oleh perangkat desa dan warga setempat. Di hari pertama, kami divisi lingkungan
dengan divisi yang lain melakukan kegiatan keliling desa untuk meminta izin
yang mana kami akan melakukan kegiatan-kegiatan sesuai dengan agenda yang telah
ditentukan. Bukan hanya itu, kegiatan tersebut sekaligus memahami keadaan dan
membangun kepercayaan di Desa Jambu Baru. Wujud dari kegiatan tersebut yaitu
meminta izin kepada kepala desa dan ketua RT untuk berkegiatan di Desa Jambu
Baru.
Di hari kedua kami mulai menyelesaikan patok, ada tujuh
buah patok, lima patok batas RT dan dua patok penanda desa, pemasangan patok
dimulai dengan pengukuran dan penandaan lokasi yang telah disepakati, salah
satu aspek penting dari kegiatan ini adalah kolaborasi erat dengan warga Desa
Jambu Baru, para warga ikut andil bagian dalam setiap tahap pemasangan, mulai
dari pengukuran, hingga penanaman patok.
Di hari ke tiga kami melakukan gotong royong sesama
anggota divisi dengan divisi yang lain di bantu oleh warga Desa Jambu Baru,
gotong royong ini dilaksanakan selama dua hari, di hari pertama kami divisi
lingkungan dengan divisi yang lain saling gotong royong membersihkan dan
memungut sampah yang ada di sekitar rumah warga, di hari kedua kami lenjut
melakukan gotong royong di lapangan SD Jambu Baru dan sekitar SD Jambu
Baru. Pengalaman yang kami dapatkan
adalah menyadarkan kami bahwa betapa pentingnya Memperbaiki kebersihan
lingkungan di daerah sungai bukanlah tugas yang mudah tetapi sangat penting
untuk keberlanjutan ekosistem, dan kesejahteraan manusia. Dengan pendidikan
yang tepat, pengelolaan yang efektif, rehabilitasi ekosistem, regulasi yang
ketat, dan kemitraan yang kokoh, kita dapat mencapai lingkungan yang lebih
bersih dan sehat bagi generasi mendatang. Dengan demikian, kita semua memiliki
tanggung jawab bersama untuk melindungi dan merawat sungai-sungai yang menjadi
penopang kehidupan kita.
Hari
ke empat,
kami mengadakan sosialisasi eco brick jadi eco brick ini adalah penganti bata namun terbuat dari limbah-limbah
plastik yang dimasukkan kedalam botol bekas dan dipadatkan. Kegiatan ini
bertempat di balai desa dengan seorang pemateri alumni
mahasiswi sosiologi dari Universitas Lambung Mangkurat. Sosialisasi ini bertema
“Dampak Buang Sampah dan Penanggulangan melalui Eco Brick”. Warga Desa Jambu Baru hadir
untuk mendapatkan edukasi agar tidak membuang sampah sembarangan dan mendaur
ulang sampah menjadi barang yang berguna. Pada kegiatan ini
pemateri tidak hanya menjelaskan tapi juga melaksanakan praktik langsung ke
pada warga bagaimana cara membuat eco brick yang benar. Alat-alat yang
dibutuhkan dalam membuat eco brick pun mudah untuk di dapatkan antara lain yang
harus dipersiapkan terlebih dahulu yaitu botol bekas, sampah plastik, gunting,
dan sebilah kayu panjang. Cara membuatnya pun mudah, pertama potong sampah plastik
menjadi serpihan kecil kemudian di masukan ke dalam botol dan dibantu sebilah
kayu untuk memadatkan sampah, langkah tersebut dilakukan berulang-ulang kali
sampai botol terisi padat.
Pada
hari kelima, kami
melakukan pemasangan botol hias di depan-depan kelas SD
sebelum itu tentunya kami membuat persiapan yang diperlukan dalam botol
hias dengan memasang tali, memasukkan tanah, pupuk, dan tanaman. Botol hias ini
ditempatkan di tiang-tiang SD Desa
Jambu Baru. Kami juga mengedukasi siswa-siswi SD Jambu Baru untuk rajin
menyiram tanaman serta memberikan contoh cara menyiram yang benar.
Sebagai
penutup, pada malam hari seluruh anggota pengabdian mengadakan acara malam
puncak yang dihadiri oleh warga dan perangkat desa. Acara berlangsung dengan
lancar dan meriah. Pada hari ketujuh, kami berpamitan dengan warga desa Jambu
Baru dengan suasana yang haru sebelum kembali pulang ke Banjarmasin.
Pengalaman ini tidak hanya memberikan kami banyak pelajaran
berharga tentang pentingnya kerjasama dan tanggung jawab, tapi juga memperkuat
tekad kami untuk terus memberikan yang terbaik dalam setiap kegiatan pengabdian
masyarakat. Kami berharap apa yang telah kami lakukan di Desa Jambu Baru dapat
memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh warga Desa Jambu Baru.
Dan juga kami mengerti bahwa dengan ikut berpartisipasi dalam sosiologi mengabdi ini membuat dan membentuk sebuah ikatan silaturahmi, sehingga tidak ada kata lelah untuk saling membantu dalam setiap kesulitan apa pun itu.